Maafkan aku wahai abah...
bukan niat di hati untuk melukakan hatimu dengan herdikan itu..
tapi aku betulbetul kecil hati dengan kamu...
pulang lewat bererti aku sedang bekerja...
bukannya menyundal....
aku tahu bahasa aku memang kasar...
tapi kau juga tidak patut mengeluarkan intonasi yang begitu...
aku mencari rezeki dengan harapan aku boleh mengurangkan beban yang umi dan engkau tanggung....
bukannya menyakiti hatimu...
setinggi manapun suara aku padamu...
aku tetap sayang kan kamu....
aku tahu dosa itu tetap milik aku...
tapi percayalah...
aku buat semua itu sematamata ingin menyenangkan kamu...
tiada niat yang lain...
Pegang pada janjiku, aku akan menyenangkan kamu berdua dengan sekecilkecil harta hasil titik peluhku... Pegang janji ini sampai mati...

bukan niat di hati untuk melukakan hatimu dengan herdikan itu..
tapi aku betulbetul kecil hati dengan kamu...
pulang lewat bererti aku sedang bekerja...
bukannya menyundal....
aku tahu bahasa aku memang kasar...
tapi kau juga tidak patut mengeluarkan intonasi yang begitu...
aku mencari rezeki dengan harapan aku boleh mengurangkan beban yang umi dan engkau tanggung....
bukannya menyakiti hatimu...
setinggi manapun suara aku padamu...
aku tetap sayang kan kamu....
aku tahu dosa itu tetap milik aku...
tapi percayalah...
aku buat semua itu sematamata ingin menyenangkan kamu...
tiada niat yang lain...
Pegang pada janjiku, aku akan menyenangkan kamu berdua dengan sekecilkecil harta hasil titik peluhku... Pegang janji ini sampai mati...


2 comments:
abah.
nama insan yg agung.
percayalah,dia mengerti.
kasihnya pada seorg anak tiada ganti.
salam singgah :)
terima kasih teman atas kesudian kamu.
:)
Post a Comment